Biografi Lionel Messi

BIODATA LIONEL MESSI

Nama lengkap : Lionel Andres Messi
Nama lain : Leo, La Pulga Atomica, Semidios, Messiah, The Next Maradona
Tanggal lahir : 24 Juni 1987 (25 tahun)
Tempat lahir : Rosario, Santafe, Argentina
Tinggi badan : 1.69 m
Berat badan : 64 kg
Klub saat ini : FC Barcelona
Tim Nasional : Argentina
No. Jersey : 10

HOBI DAN KESUKAAN

Makanan : Apa saja masakan Argentina yang di masak oleh ibunya
Warna kesukaan : merah
Hewan kesukaan : Lumba-lumba
Tempat kesukaan : Rosario,argentina
Aktifitas ketika di rumah : Bersama keluarga dan bermain PS
Buku kesukaan : El Martin Fiero (yang ditulis oleh Jose Hernandez)
Film kesukaan : The Son of the
Bride
Matlamat hidup : ingin memenangi banyak kejuaraan dan gelar serta besar sebagai seorang insan yg rendah hati dan berbudi luhur.

KELUARGA

Nama ayah : Jorge Horacio Messi (pekerja pabrik baja)
Nama ibu : Celia María Cuccittini (pembersih paruh waktu)
Kakak I : Rodrigo
Kakak II : Martias
Adik : Maria Sol
Keluarga Besar : Angelo Messi

Keluarga ayah-nya berasal dari Italia kota Ancona, dari mana nenek moyangnya, Angelo Messi, beremigrasi ke Argentina pada tahun 1883.

BIOGRAFI SINGKAT
Lionel Messi lahir pada 24 juni 1987 di Argentina. Proses kelahiran putra ketiga pasangan yang menikah pada 17 Juni 1978 itu berlangsung tidak sempurna. Komplikasi muncul,
bayi dalam kondisi mengkhawatirkan. Kemudian dokter yg memimpin proses persalinan ketika itu 'Gyanecologist Norbeto Odetto' melakukan induksi untuk melakukan operasi pembedahan. Sekitar jam 6 pagi Messi lahir dengan berat 3 kg dan panjang 47 cm. Menurut keluarganya, ketika Messi baru belajar berjalan ia terlihat sangat obsesi terhadap bola. Bahkan ketika dia menangis, maka akan
berhenti jika diberi bola. Pada umur 5 tahun Messi mulai bermain sepakbola untuk klub 'Grandoli' yaitu sebuah klub lokal yang di latih oleh ayahnya sendiri. Kemudian tahun 1995 Messi mulai bermain untuk klub 'Old Boys Newell' yang berpangkalan di bandar Rosario, Argentina. Umur 11 tahun Messi disahkan mengidap penyakit kekurangan hormon pertumbuhan (growth hormone deficiency) dan terpaksa menjalani terapi khusus. Setiap malam ia terpaksa menerima suntikan di kakinya yang amat menyakitkan. Namun masalah lain pula timbul dimana biaya perobatan tersebut sangat mahal dan orangtuanya tak mampu meneruskan perobatan tersebut. Awalnya klub 'River Plate' (primera division) menunjukkan minat dalam perkembangan Messi namun tidak memilki biaya yang cukup untuk membayar biaya berobat Messi yang kira-kira sebanyak 500.000 pounds perbulan. Akhirnya muncul sinar harapan kepada Messi dan keluarganya ketika 'Charles Rexach (direktur olahraga Barcelona) dikabarkan tentang bakat yang dimilikinya. "Saya hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit untuk yakin bahwa Messi memang seorang bintang masa depan. Sepanjang karier saya selama 40 tahun tidak pernah saya melihat seorang pemain yang benar-benar bertalenta sepertinya. Seorang dengan pengetahuan sepakbola minim pun akan bisa menyadari kemampuan hebat yang dimiliki oleh Messi". Demikian kata-kata Charles Rexach waktu itu.

Saat ini Messi merupakan pemain terbaik dengan gaji tertinggi di dunia. Ia memulai debut pertama di FC Barcelona saat berumur 16 tahun 145 hari (tanggal 16 November 2003). Beberapa gelar yang diraihnya belakangan ini antara lain : Menjadi top skorer Liga Champions musim 2011/2012, top skorer La Liga 2011/2012, peraih trophy FIFA Ballon D'Or tiga kali berturut-turut (2009, 2010, 2011) bersama Michel Platini (1983, 1984, 1985) dan masih sangat banyak gelar dan prestasi yang telah diraihnya.

Read more ...

Pemain Sepakbola Terhebat dalam Sejarah Tim Nasional Argentina


Sebagai salah satu negara yang terkenal dengan prestasinya di dunia sepakbola, Argentina tak pernah kehabisan talenta di atas lapangan rumput hijau. Negeri tango ini dikenal mempunyai pemain-pemain dengan bakat luar biasa. Tak sedikit pesepakbola Argentina yang bersinar baik di benua Amerika maupun Eropa. Mulai dari Diego Maradona, Gabriel Batistuta, hingga Lionel Messi.
Prestasi Argentina di dunia sepakbola internasional boleh dibilang cukup baik. Albiceleste tercatat 14 kali memenangi Copa America dan 2 kali menjadi juara Piala Dunia, yakni pada tahun 1978 dan 1986. Pada masa itu Argentina masih diperkuat oleh legenda hidup seperti Diego Armando Maradona dan Mario Kempes serta Oscar Rugeri.  Sayangnya, setelah Piala Dunia 1986 itu Argentina gagal mempertahankan gelar juaranya hingga kini. Meski demikian, tim Argentina memiliki sederet nama-nama pemain hebat sepanjang sejarah. Penasaran? Berikut profil beberapa pemain dengan talenta luar biasa yang pernah dimiliki tim tango.
1.    Omar Sivori
Legenda Argentina yang bernama lengkap Enrique Omar Sivori ini merupakan lulusan akademi River Plate. Karirnya mencapai puncak saat ia bermain untuk Juventus. Selama periode tahun 1957-1965 di Juve, Sivori yang merupakan seorang striker itu membukukan 135 gol dari 215 kali penampilan. Dia memenangi tiga scudetto bersama Bianconeri serta satu kali merebut predikat sebagai Capocannoniere di tahun 1959. Sivori adalah pesepakbola yang memiliki gaya bermain “berani dan brilian”. Dengan kemampuan dribbling-nya, pemain kelahiran 2 Oktober 1935 itu kerap menggulirkan bola melewati dua kaki lawan untuk melewatinya. Sivori juga digambarkan sebagai pemain yang punya tendangan kaki kiri yang mematikan.
Bersama tim nasional Argentina, Sivori yang punya 18 caps itu mencetak 9 gol. Dia turut mengantar Albiceleste menjadi juara Copa America di tahun 1957 dan terpilih sebagai pemain terbaik. Namun pada tahun 1962, dia pindah kewarganegaraan ke Italia dan membela Gli Azzurri di Piala Dunia 1962. Di antara gelar mayor yang ia dapat sepanjang karirnya, Sivori juga memenangi Ballon d’Or di tahun 1961.
2.    Gabriel Batistuta
Pemain yang dijuluki “Batigol” ini adalah striker murni yang paling ditakuti oleh seluruh kiper di dunia pada masanya. Gabriel Omar Batistuta merupakan salah satu penyerang paling tajam yang pernah dimiliki Argentina. Ia digambarkan sebagai seorang striker yang cerdik, punya kecepatan, kekuatan, dan rasa haus akan gol. Hingga kini, predikat top skorer sepanjang masa untuk tim nasional Argentina masih dipegang oleh ‘Batigol’ dengan 56 gol.
Sebagian besar karir Batistuta dihabiskan di Italia. Fiorentina menjadi klub yang paling lama dibela oleh Batistuta yakni 9 tahun. Di Florence pula, Batistuta menjadi legenda dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Dalam karirnya yang singkat bersama AS Roma, Batistuta mengantar klub asal ibukota Italia itu meraih scudetto di akhir musim 2000/2001. Sementara bersama tim nasional Argentina, Batistuta memenangi Copa America (1991, 1993) dan Piala Konfederasi (1992).
3.    Daniele Passarela
Daniel Alberto Passarella dinilai sebagai bek terbaik di antara banyak bek tangguh yang pernah dimiliki Argentina. Dengan jiwa kepemimpinan dan karakter kuat yang dimiliki, Passarella mendapat julukan sebagai ‘El Kaiser’ –seperti Der Kaiser-nya Franz Beckenbauer. Dari 70 kali penampilannya bersama tim nasional Argentina, Passarella berhasil mencetak total 22 gol. Sementara dari 298 kali penampilannya untuk River Plate, ia membukukan 99 gol.
Di level klub, Passarella memenangi gelar Liga Argentina bersama River sebanyak sembilan kali. Dia kemudian menjadi pesepakbola Argentina pertama yang memenangkan trofi Piala Dunia setelah Albiceleste yang saat itu ia perkuat keluar sebagai juara di tahun 1978. Passarella juga turut membawa Argentina jadi juara Piala Dunia di tahun 1986.
4.    Alfredo Stefano 
Bersama Albiceleste, Stefano punya enam caps dan enam gol. Dia juga turut mengantar Argentina memenangi Copa America di tahun 1947. Stefano punya prestasi yang gemilang saat dia berkarir di Spanyol bersama   Real Madrid. Delapan gelar La Liga dipersembahkan oleh pemain yang berposisi sebagai penyerang itu. Dia juga mengantar Los Blancos memenangi edisi pertama Piala Champions di musim 1955-1956. Sederet prestasi yang dipersembahkannya itu kemudian menjadikan Stefano sebagai salah satu legenda Madrid.
Ada catatan menarik dari lima gelar Eropa yang dipersembahkan Stefano untuk Madrid. Di lima laga final itu, Stefano selalu mencetak gol. Ia sempat menjadi top skorer Madrid di La Liga dengan 216 gol sebelum akhirnya digeser oleh Raul Gonzalez (228 gol). Secara keseluruhan, dia menempati posisi kedua top skorer sepanjang masa Madrid dengan torehan 304 gol. Puncak dari prestasi individu Stefano adalah saat memenangi Ballon d’Or sebanyak dua kali di tahun 1957 dan 1959.
5.    Diego Maradona
Sang legenda hidup sepakbola dunia asal Argentina ini menempati posisi sebagai supporting striker dan attacking midfielder. Maradona di masa itu menjadi idola masyarakat Argentina. Bahkan banyak yang menobatkan Diego Armando Maradona sebagai pesepakbola terbaik sepanjang masa. Dengan postur tubuhnya yang relatif kecil, Maradona digambarkan sebagai pesepakbola yang punya kemampuan dribbling, shooting, dan kreativitas di luar nalar.
Status Maradona sebagai legenda seakan ditetapkan saat dia mengantar Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986. Di turnamen itu pula dia memunculkan kontroversi yang hingga kini dikenal dengan nama ‘gol tangan Tuhan’. Di level klub, pria kelahiran 30 Oktober 1960 ini juga menjadi pujaan publik Napoli. Tujuh tahun berkarir di sana, dia mengantar klub asal Naples itu memenangi dua scudetto.
6.    Lionel messi
Tak ada yang meragukan talenta Lionel Andres Messi. Sederet prestasi mentereng di level individu maupun klub sudah didapat pesepakbola berjuluk “The Messiah” itu. Usai pensiunnya Maradona, tak sedikit yang menjuluki Messi sebagai ‘The New Maradona’. Dengan postur tubuh yang hampir mirip, Messi juga punya dribbling yang cepat dan kemampuan yang luar biasa saat melewati lawan. Dengan kombinasi yang mematikan itu, Messi menjadi salah satu aset paling berharga yang dimiliki oleh Argentina maupun Barcelona.
Meski belum pernah meraih gelar juara bersama timnas senior Argentina, pencapaian Messi tak bisa dikesampingkan begitu saja. Sederet gelar bergengsi di level klub sudah dimenangi oleh pemain yang juga mendapat julukan “La Pulga” itu bersama Barca. Dia juga memecahkan banyak rekor di level individu. Gelar sebagai pemain terbaik dunia pun sudah dia raih sebanyak empat kali dalam kurun waktu empat tahun berturut-turut (2009-2012).
Sisi Menarik Argentina di Luar Lapangan
Selain terkenal dalam hal sepakbola, Argentina juga memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah tarian ‘tango’ nya yang telah mendunia. Tak dipungkiri, tari khas yang berasal dari Buenos Aires ini menjadi salah satu magnet bagi wisatawan untuk mengunjungi Argentina. Tak hanya itu saja, Argentina juga memiliki banyak potensi wisata alam yang menakjubkan. Antara lain pemandangan indah khas pegunungan di Gunung Fitz Roy, air terjun Iguazu Falls, hamparan gletser di Perito, gurun garam The Salines Grandes, kawasan wisata Bariloche dan Mendoza, dan beberapa tempat lainnya.  Oya, Anda juga bisa mengunjungi Stadion El Monumentalyang menjadi saksi sejarah tim Albiceleste meraih juara Piala Dunia pada tahun 1978. :-)

Read more ...

Biografi Diego Armando Maradona


Para penggemar sepak bola pasti tahu Diego Maradona. Maradona adalah seorang legenda sepak bola dunia. Ia lahir pada tanggal 30 Oktober 1960 di daerah kumuh Villa Fiorito dekat Buenos Aires anak kelima dari delapan bersaudara. Maradona masuk sepak bola profesional pada usia 15. Pada saat ia berusia 16, Diego disebut masuk kedalam tim nasional Argentinos Juniors. Terlepas dari bakatnya, Diego dianggap terlalu muda oleh pelatih Cesar Menotti, yang menolak dia dari seleksi untuk Piala Dunia tahun 1978. Setahun kemudian, ia melakukan debut internasional bersama timnas Argentina. Pada tahun 1981, ia dibeli klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling. Yang pada tahun pertama bergabungnya dia langsung mempersembahkan trofi buat Boca Junior yaitu Campeonato Metropolitano.

Kemudian pada tahun 1982, ia dijual ke FC Barcelona dengan harga 3 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia. Namun baru beberapa lama bergabung, ia sudah harus istirahat sekitar setahun akibat cidera keras terhadapnya. Dan bersama klub catalan ini berhasil merebut Copa del Rey dan juga merupakan awal berkibarnya kiprah Sang Legenda di Eropa

Maradona lalu ditransfer ke SSC Napoli pada tahun 1984 dan membawa tim tersebut menjadi juara Seri A untuk pertama kalinya dalam sejarah Napoli (1986/87 dan kemudian 1989/1990). Selain itu, ia juga membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian (musim 88/89), Napoli mengalahkan Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA.

Pertunjukkan kehebatan Maradona adalah pada saat berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada tahun 1978 di Argentina.Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut, Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton.


Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol yang sangat kontroversial pula. Gol tersebut tercipta melalui bantuan tangan, tanpa diketahui oleh wasit. Setelah pertandingan, ketika dihadapkan dengan cuplikan video dari goal kontroversialnya, Maradona menjawab "Bahkan kalau menggunakan tangan, itu pasti tangan Tuhan”. Sehingga goal tersebut dijuluki sebagai goal Tangan Tuhan. Controversial memang. Tapi terlepas dari itu Maradona membuat goal yang memukau juga pada waktu itu. Ia akhirnya mengakui bahwa hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005
Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1990 di Italia, semua mata terfokus ke Argentina dan bintang paling terang Diego Maradona. Dengan kemampuan Maradona, Argentina mengalahkan
Brazil, Yugoslavia dan Italia dalam perjalanannya ke final. Paling berkesan adalah semi-final antara Argentina dan Italia bermain di klubnya Diego sendiri yaitu Napoli. Namun demikian, Argentina mengalahkan Italia setelah tendangan penalti. Namun pada partai puncak Piala Dunia 1990, Argentina dikalahkan 0-1 oleh Jerman Barat.

Karirnya kemudian menanjak turun setelah itu, karir Maradona merosot. Pada bulan Maret 1991, ia dinyatakan positif doping dan dilarang bermain sepakbola selama 15 bulan. Setelah bebas Maradona menolak untuk kembali ke Napoli setelah insiden Piala Dunia. Ia lebih memilih bersama Sevilla namun dipecat setahun kemudian. Ia lalu kembali ke Argentina dan bermain bersama Newell's Old Boys selama 5 pertandingan sebelum lagi-lagi dilarang bermain selama 15 bulan karena kembali diketahui doping saat Piala Dunia 1994 berlangsung.

Setelah sempat menjadi pelatih bagi Deportivo Mandiyú (1994) dan Racing Club (1995) dan mencoba melanjutkan karir bermain bersama Boca antara tahun 1995 dan 1997, ia akhirnya pensiun pada 30 Oktober 1997.
Pada tahun 2004, Maradona hampir meninggal dunia akibat serangan jantung karena overdosis kokain. Setelah keluar dari rumah sakit, ia melakukan operasi perut pada Maret 2005 untuk mengurangi beratnya. Pada Agustus 2005, ia memulai karir baru sebagai pemandu acara talk show.

Pada 2008, Maradona secara mengejutkan terpilih menjadi pelatih kepala Timnas Argentina. Dan, pada debutnya sebagai pelatih baru Tim Tango , Maradona berhasil membawa timnya menumbangkan Skotlandia 1-0 di Glasgow . Maradona juga menunjuk Maxi Rodriguez , gelandang Atletico Madrid sebagai kapten baru timnas.


Berikut Data lengkap Diego Armando Maradona
Nama : Diego Armando Maradona
Tanggal Lahir : 30 Oktober 1960
Tempat Lahir : Lanús, Provincia de Buenos Aires Argentina
Posisi Pemain : Supporting Striker, Attacking Midfielder

KARIR KLUB
Argentinos Junior ( 1976-1980 ) 166 laga ( 116 gol )
Boca Junior ( 1981 )
Bercelona ( 1982 - 1983 ) 58 laga ( 38 gol )
Napoli ( 1984 -1991 ) 259 laga ( 115 gol )
Sevilla ( 1992 - 1993 ) 29 laga ( 7 gol )
Newell's Old Boy ( 1993 )
Boca Junior ( 1995 - 1997 ) 71 laga ( 35 gol ) di gabung dengan th 1981

KARIR TIMNAS
Argentina Junior ( 1977 - 1979 ) 23 laga ( 11 gol )
Argentina ( 1977 - 1994 ) 91 laga ( 34 gol )

PRESTASI KLUB
Campeonato Metropolitano th 1981 ( Boca Junior )
Copa del Rey th 1983 ( Barcelona )
Serie A th 1987 dan 1990 ( Napoli )
Coppa Italia th 1987 ( Napoli )
Piala UEFA th 1989 ( Napoli )
Super Coppa Italia th 1990 ( Napoli )

PRESTASI TIMNAS
Piala Dunia U-20 th 1979
Piala Dunia 1986
Copa Artemio Franchi 1993

Penghargaan
Pada tahun 2001, ia dipilih FIFA sebagai "Pemain Terbaik Abad Ini" bersama dengan Pele. Golnya pada Piala Dunia 1986, di mana ia melewati lima bek Inggris dan kiper Peter Shilton untuk mencetak gol tersebut, terpilih sebagai "Gol Abad Ini" dalam voting yang dilakukan Fédération Internationale de Football Association

Read more at http://info-biografi.blogspot.com/2010/03/biografi-diego-armando-maradona.html#ujSL7SQPg7TGrAeq.99

Read more ...

10 Momen 'Tak Terlupakan' dalam Sejarah Piala Dunia



Suka atau tidak, sepak bola kerap melahirkan berbagai definisi. Filosofi tentang sepakbola pun terkadang jauh melewati hanya sebatas olahraga. Sepakbola bukanlah ruang kosong tanpa sekat yang hanya berisi sportivitas. Namun lebih dari itu, berbagai definisi bisa ditafsirkan sesuai selera masing-masing. Sepakbola adalah ideologi, sepakbola adalah seni seperti yang dianut para pemain Brasil. Sepakbola bisa jadi juga soal martabat bangsa seperti ketika Argentina harus berhadapan dengan Inggris. Namun bagi dua negeri bertetangga, jerman dan Belanda, sepakbola berarti perang.
Piala Dunia, Ya.. kejuaraan 4 tahunan untuk negara-negara pecinta sepakbola. Momen-momen dari Kejuaraan ini tidak bisa lepas dari Brasil juara 5 kali dan satu satunya tim yang dengan 18 kali beruntun tampil di putaran final. Dari Uruguay 1930, hingga Jerman 2006. Hanya Italia dan Jerman yg mendekati; 15 kali. Dan musuh bebuyutan dua negara di setiap putaran yaitu Inggris vs Argentina, Anda mungkin masih ingat David Beckham diusir wasit setelah menendang Diego Simeone, itu adalah buntut dari gol tangan tuhan Maradona. Dan juga yang sampai saat ini masih menjadi misteri, yaitu di final Piala Dunia Perancis 1998. Aktor utama: Ronaldo, yang sempat membuat pertandingan ngaret 30 menit sebelum kick off
Itu merupakan segelintir yang memicu kegemerlapan Piala Dunia, bahkan persaingan di Piala Dunia tidak saja berimbas dari Ras tapi juga politik, dibawah ini adalah momen-momen yang selalu di abadikan dan selalu di ingat hingga saat ini.

10. Brasil vs Polandia, France 1938
Orang Brasil yang mencetak gol tanpa memakai sepatu.

Setelah sempat keluar lapangan karena cedera, Sang ‘Permata Hitam’, Leonidas masuk kembali ke lapangan tanpa menggunakan sepatu. Pada saat wasit menyadari & menyuruhnya untuk mengenakan kembali sepatunya, dia sudah terlanjur menjaringkan gol. Brasil kemudian menang 6-5. Ini membuat namanya dikenang secara unik dalam sejarah Piala Dunia.

9. Italia vs Amerika Serikat, Italia 1934
Wasit memberikan hormat ala Nazi.

Turnamen di tahun ini dijadikan alat untuk mempromosikan fasisme ke seluruh dunia. Beberapa cerita mengenai keberpihakan wasit terhadap Italia masih melegenda hingga sekarang. Ketika itu wasit sangat membantu tim tuan rumah, bahkan dalam pertandingan semifinal melawan Austria, wasit dikatakan sengaja menyundul bola kearah pemain Italia. Tapi itu semua tidak terbukti, mengingat di tahun itu kamera yang digunakan belum canggih dan terbatas. Yang jelas tim Italia saat itu terdiri dari satu orang Brasil, satu orang Uruguay, dan empat orang Argentina. Hal tersebut adalah atas perintah dari Musolini yang meyuruh mereka untuk melakukan “tugas Negara.” Dan lebih arogannya lagi Musolini mengancam akan membunuh semua pemain Italia jika negaranya tidak menjuarai Piala Dunia, tapi akhirnya Italia pun menjuarainya.
Lupakan segala yang baik dari Piala Dunia 1934. Satu hal yg paling menarik adalah ketika persiapan pertandingan pembukaan antara Italia vs Amerika Serikat. Wasit dan para asistennya memberikan penghormatan ala Nazi kepada Musolini yang ada di yacht-nya.

8. Brasil vs Swedia, Swedia 1958
Pele menandakan kehadirannya.

Pele masuk kedalam tim Brasil ketika usianya 17 tahun. Setelah menjadi pemain pengganti untuk dua pertandingan awal di grup. Melihat permainannya yang bagus, rekan-rekannya meminta kepada pelatih untuk menurunkannya dari awal ketika melawan USSR, dan dia pun membayar kepercayaan itu dengan tuntas. Sebuah gol di perempat final atas Wales, diikuti dengan hattrick di semifinal atas Prancis (5-2). Satu gol dibuatnya pada pertandingan final ketika menang 2-1 atas tuan rumah, melalui solo run yang indah. Ketika peluit akhir dibunyikan rekan2nya langsung mengangkatnya, dan Pele pun menangis, karena dia mengingat reaksi dari ayahnya ketika Brasil gagal menjadi juara pada tahun 1950. Kini dia membawa Brasil juara untuk pertama kalinya.

7. Korea Selatan vs Italia, Korea & Jepang 2002
Korea mengejutkan Italia…lagi.

Sebelumnya Korea Utara mengejutkan Italia dan dunia di Piala Dunia 1966. Dan kali ini adalah Korea Selatan, biang keladi dari kekalahan Italia kali ini adalah pemain Korea yang bermain untuk klub seri A, Perugia, Ahn Jung-Hwan. Setelah sempat tertinggal dari gol Christian Vieri, pemain Korea mampu berjuang untuk menyamakan kedudukan, dan memaksa pertandingan dilanjutkan melalui perpanjangan waktu.
Ahn, yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalty, membayar hutangnya menjebol gawang Italia dengan satu sundulan. Sebuah kemenangan besar bagi Korea, namun sebuah kekalahan terburuk di Piala Dunia yang pernah di derita Italia. Wasit Byron Moreno dari Ekuador kemudian menjadi incaran dan tersangka utama bagi kekalahan Italia. Begitu juga dengan nasib Ahn di Italia. Pelatih Perugia, Serse Cosmi tidak ingin Ahn ada lagi di timnya.

6. Kolombia vs Amerika Serikat, USA 1994
Gol bunuh diri Escobar.

Berhati-hatilah membuat kesalahan di Piala Dunia, mungkin saja nyawa menjadi taruhannya. Tim yg dipimpin oleh Carlos Valderrama ini merupakan salah satu tim favorit juara. Mereka datang dengan membawa CV kemenangan 5-0 atas Argentina, tapi yg terjadi mereka kalah 1-2 dari tuan rumah.
Gol kekalahan mereka dicetak pemain belakang mereka sendiri, Andreas Escobar. Sepuluh hari kemudian, Escobar tewas ditembak seorang tak dikenal disebuah bar dikawasan obat bius, Medelline. Pelakunya ternyata setelah ditangkap adalah seorang pembunuh bayaran yang disewa bandar judi, karena Escobar menyebabkan mereka kalah besar. Dua belas peluru menembus tubuhnya, dan sang pembunuh melakukan itu sambil berteriak, Gooooooooool !”

5. Inggris vs Argentina, France 1998
Tendangan Beckham.

10 macan heroik, dan satu orang anak bodoh, “begitulah judul2 yang menghiasi tabloid2 di Inggris. Sehari setelah Beckham dianggap jadi sumber kegagalan Inggris mengalahkan Argentina. Ketika skor masih berimbang 2-2, Beckham dijatuhkan kapten Argentina, Diego Simeone. Sementara masih terduduk di lapangan Beckham menendang Simeone yang sedang berusaha berdiri, hal itu menyebabkan Simeone kembali terjatuh kesakitan. Sayangnya, kejadian itu berlangsung tepat dihadapan Kim Nielsen. Simeone kemudian mengakui bahwa ia memang sengaja membuat Beckham dikeluarkan oleh wasit, “Dia menendang saya ketika saya sedang berusaha untuk berdiri,” kata Simeone. “Tentu saja saya mengambil keuntungan dari hal itu. Saya pikir orang lain akan melakukan hal yg sama,” lanjutnya lagi.
Ketika Beckham kembali ke Inggris, Ia disambut dengan berbagai macam ejekan, ancaman, dan caci maki. Tapi ia berhasil membalaskan seluruh dendam itu pada tahun 2002, dia mencetak gol melalui titik penalty dan membuat Argentina harus pulang lebih dulu.

Read more ...
 

Translate

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent